Peresmian Nasional KMP, Sulteng dan Sigi Pacu Penguatan Ekonomi Desa
- By REDAKSI --
- Sunday, 17 May, 2026
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara virtual melalui video conference dari Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sabtu (16/5/2026) kemarin.
Peresmian Nasional tersebut dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, dan diikuti secara serentak oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo hadir langsung bersama jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, dan Kapolri.
Di Sulawesi Tengah, kegiatan turut dihadiri Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Zullikar Tanjung, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, anggota DPRD Sulawesi Tengah, Marlelah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Sigi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membangun ekonomi kerakyatan berbasis desa.
Menurut Presiden, pembangunan koperasi berlangsung cepat sejak dimulai pada November 2025. Hingga saat ini, lebih dari 9.000 gedung dan gudang koperasi telah siap dioperasikan di berbagai wilayah Indonesia.
"Ini adalah prestasi besar bangsa Indonesia. Kita harus mengikis mentalitas rendah diri terhadap bangsa lain. Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, termasuk dalam menjamin kebutuhan pangan rakyat," ujar Presiden Prabowo.
Menanggapi arahan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah siap mengawal implementasi program Koperasi Merah Putih bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh unsur Forkopimda.
Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi simbol program pemerintah, tetapi merupakan strategi konkret dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui penguatan ekonomi berbasis gotong royong dan kekeluargaan sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.
Berdasarkan laporan perkembangan per 15 Mei 2026, Sulawesi Tengah menargetkan pembentukan 1.981 koperasi desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 669 gerai koperasi tengah dalam tahap pembangunan fisik dan 60 gerai telah selesai 100 persen.
Kabupaten Poso tercatat sebagai daerah dengan progres tercepat setelah berhasil menyelesaikan 15 gerai koperasi secara penuh. Sementara Kabupaten Morowali Utara masih menjadi wilayah dengan progres pembangunan di bawah 50 persen terbanyak, yakni mencapai 113 gerai, sehingga menjadi fokus monitoring pemerintah daerah.
Program Koperasi Merah Putih juga dirancang terintegrasi dengan berbagai program prioritas nasional lainnya di tingkat desa, seperti program Makan Bergizi Gratis, layanan cek kesehatan gratis, pengembangan Sekolah Rakyat, hingga penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain menjadi pusat distribusi dan penyerapan hasil pertanian masyarakat, koperasi nantinya difungsikan sebagai pusat layanan terpadu desa, mulai dari penyaluran LPG subsidi, layanan logistik bersama PT Pos Indonesia, distribusi bantuan pemerintah, penyediaan apotek obat murah, hingga fasilitasi pembiayaan usaha mikro melalui program PNM Mekaar dengan bunga rendah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam percepatan pembangunan koperasi, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, hingga para pengurus koperasi di lapangan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sigi menargetkan pembentukan 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa dan penguatan ketahanan pangan daerah.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan saat ini lima koperasi di Kabupaten Sigi telah selesai 100 persen secara fisik dan siap beroperasi, sementara 56 koperasi lainnya masih dalam tahap penyelesaian pembangunan.
"Alhamdulillah hari ini kita ikut peresmian operasional Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan langsung oleh Bapak Presiden. Di Sigi sendiri yang sudah 100 persen ada lima, dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian," ujar Rizal.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sigi kini fokus mendorong koperasi berbasis sektor produktif, khususnya pertanian, agar manfaat ekonominya dapat langsung dirasakan masyarakat desa.
"Kalau ekonomi desa bergerak, maka lapangan kerja tumbuh, pendapatan masyarakat meningkat, dan desa menjadi lebih mandiri," tandasnya.
Melalui pengembangan 60 Koperasi Merah Putih tersebut, Kabupaten Sigi menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi mulai dari sektor produksi, pembiayaan, distribusi, hingga konsumsi masyarakat. (***)
