Tradisi Grebek Sahur Keluarga Zulfinardi, Silaturahmi Akhir Pekan yang Penuh Kejutan

PALU, SARARAMEDIA.ID - Suasana sahur di bulan Ramadan terasa berbeda bagi keluarga besar Zulfinardi. Melalui kegiatan bertajuk “Grebek Sahur”, keluarga ini rutin mendatangi rumah kerabat secara tiba-tiba untuk melaksanakan sahur bersama sebagai bentuk mempererat silaturahmi.

Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Andi Muh Djamil, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah.

Program Grebek Sahur ini mulai dilaksanakan sejak 22 Februari 2026 dan direncanakan berlangsung setiap akhir pekan selama bulan Ramadan. Sasaran kegiatan adalah rumah anggota keluarga yang sebelumnya tidak mengetahui rencana kedatangan rombongan, sehingga suasana sahur terasa lebih hangat dan penuh kejutan.

Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga yang ikut serta membawa menu sahur masing-masing dari rumah, kemudian seluruh makanan tersebut disantap bersama saat sahur di rumah yang menjadi tujuan kunjungan.

Penggagas kegiatan, Andi Muh Djamil, mengatakan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan untuk menjaga kebersamaan keluarga besar agar tetap terjalin, terutama di momentum Ramadan yang identik dengan nilai kebersamaan dan berbagi.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menjaga silaturahmi keluarga. Selain sahur bersama, momen ini juga menjadi ajang berkumpul dan saling berbagi kebahagiaan," ujarnya di Palu, Minggu malam, (8/3/2026).

Sementara itu, Zulfinardi menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai Grebek Sahur menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mempererat hubungan kekeluargaan.

Menurutnya, tradisi sahur bersama dengan konsep kejutan seperti ini membuat suasana Ramadan terasa lebih hangat dan penuh kebersamaan.

"Ini kegiatan yang sangat baik karena mempererat silaturahmi keluarga. Apalagi dilakukan di bulan Ramadan yang penuh berkah," kata Zulfinardi.

Melalui kegiatan Grebek Sahur yang dilakukan secara bergiliran dari rumah ke rumah, keluarga besar Zulfinardi berharap kebersamaan dan nilai kekeluargaan tetap terjaga sekaligus menjadi tradisi positif yang bisa terus dilanjutkan di masa mendatang. (***)


Comment As:

Comment (0)