Cegah Disintegrasi dan Perundungan, Empat Pilar Disosialisasikan di Sigi
- By REDAKSI --
- Friday, 19 Dec, 2025
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nilam Sari Lawira, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada masyarakat Kabupaten Sigi secara daring melalui platform Zoom Meeting, Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan sosial dan dinamika kehidupan bernegara saat ini.
Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kepala sekolah, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan dari 16 kecamatan di Kabupaten Sigi.
Dalam pemaparannya, Nilam Sari Lawira yang akrab disapa NSL menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
"Empat Pilar Kebangsaan bukan hanya untuk dipahami secara teoritis, tetapi harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah persatuan bangsa dapat terus terjaga," kata NSL di hadapan peserta.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila, menghormati perbedaan, serta merawat semangat kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.
Sosialisasi ini turut menghadirkan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sigi, Ilyas Nawawi, dan Ketua PGRI Kabupaten Sigi, Irsan, sebagai narasumber. Sejumlah kader Partai NasDem juga mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sigi Fraksi NasDem Irma Haflianti Yangka, Endang Herdianti, dan Chandra, serta Sekretaris DPD Partai NasDem Sigi, Rudi Asiko.
Dalam paparannya, Ilyas Nawawi menekankan pentingnya membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, khususnya pada era pascareformasi. Ia menilai masih terdapat sebagian masyarakat yang belum memahami secara utuh esensi kehidupan berbangsa.
Ilyas juga menyoroti maraknya praktik perundungan atau bullying yang belakangan menjadi isu nasional. Menurutnya, perilaku tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
"Perundungan, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media sosial, adalah bentuk kekerasan yang merusak nilai kemanusiaan, persatuan, dan penghormatan terhadap martabat sesama," tegas Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sigi itu.
Ia menambahkan bahwa dalam perspektif Empat Pilar Kebangsaan, tindakan perundungan jelas bertentangan dengan Sila Kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, serta Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Selain itu, praktik tersebut juga melanggar prinsip hukum dan hak asasi manusia yang dijamin dalam UUD 1945.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pemahaman yang diperoleh di lingkungan masing-masing. Bagi tenaga pendidik, nilai-nilai kebangsaan tersebut diharapkan dapat ditransformasikan kepada peserta didik, sementara bagi pimpinan organisasi dapat disebarluaskan kepada anggota dan masyarakat luas.
Ilyas menegaskan bahwa kesadaran individu merupakan prasyarat utama dalam mencapai tujuan pembangunan bangsa. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila masih terdapat sikap apatis maupun perilaku yang merusak tatanan sosial.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif melalui sesi dialog dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi Nilam Sari Lawira secara simbolis. Ratusan siswa jenjang pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Sigi menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp.174.900.000. (***)
