Sarara Media
Gufran Ahmad Pimpin Lagi PBSI Sulteng Periode Kedua
Tuesday, 09 Dec 2025 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

FOTO : (Kiri), Ketua Umum PBSI Sulteng, Ir. Gufran Ahmad bareng Mantan Pebulutangkis Nasional (Kanan), Taufik Hidayat. (Dok/Ist)

PALU, SARARAMEDIA.ID - Gufran Ahmad kembali dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah untuk masa bakti 2025-2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Sulteng yang berlangsung di Hotel Grand Sya Palu, Sabtu (6/12/2025) kemarin.

Musprov tersebut diikuti 12 Pengkab/Pengkot PBSI se-Sulawesi Tengah, dengan catatan Kabupaten Donggala tidak hadir. Aklamasi yang diberikan menjadi bentuk kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Gufran selama periode sebelumnya.

Acara ini turut dihadiri Koordinator Wilayah PP PBSI, Sudarto Adinegoro, yang menilai perkembangan bulutangkis di Sulteng menunjukkan tren positif.

"Insyaallah, ke depan Sulteng bisa menjadi lumbung atlet pelatnas," ujarnya penuh optimisme.

Sudarto juga mengapresiasi berbagai terobosan Pengprov PBSI Sulteng, termasuk pencapaian rekor MURI sebagai satu-satunya provinsi yang menggelar pelantikan pengurus di jalan raya sebuah inovasi yang dinilai berhasil menarik perhatian publik.

Usai kembali menerima kepercayaan sebagai ketua, Gufran Ahmad menegaskan bahwa mengelola organisasi olahraga adalah bentuk pengabdian.

"Organisasi itu betul-betul pengabdian. Saya bangga melihat semangat teman-teman dari kabupaten/kota dalam membangun olahraga," tuturnya.

Gufran mengungkapkan bahwa agenda besar PBSI Sulteng di periode mendatang adalah menjadi tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) 2025, ajang bergengsi yang diperkirakan menghadirkan ribuan atlet bulutangkis dari berbagai daerah.

"Ini momentum besar untuk menunjukkan kemampuan Sulteng sebagai penyelenggara event Nasional sekaligus memacu prestasi atlet kita," tegasnya.

Ketua Umum KONI Sulteng, Fathur Razaq, melalui Ketua Harian Moh Ifan Taufan, menekankan pentingnya penguatan pembinaan dan tata kelola organisasi.

"Wasit, pelatih, dan atlet harus semakin kompeten agar prestasi nasional dari Bumi Tadulako dapat tercapai," ujarnya.

Ifan juga berharap PBSI Sulteng memperkuat pembinaan atlet usia dini serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah.

"Menuju PON 2028, kami berharap PBSI menjadi salah satu cabang olahraga unggulan," imbuhnya.

Ia menutup sambutan dengan mengingatkan pentingnya memilih pemimpin berintegritas dan berorientasi pada visi jangka panjang agar organisasi terus berkembang. (***)