Sarara Media
MBG 3T Siap Dibangun di Sigi dan Donggala, Fokus Gizi Anak dan Ekonomi Lokal
Saturday, 03 Jan 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

FOTO : Person in Charge (PIC) Simon Petrus Kamlasi, Risdianto Pattiwael. (Dok/Ist)

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) mulai memasuki tahap kesiapan pembangunan di Kabupaten Sigi dan Donggala. Program prioritas Nasional ini ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal melalui pemanfaatan bahan pangan daerah.

Program MBG 3T akan dilaksanakan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur gizi, yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan distribusi makanan bergizi bagi peserta didik di wilayah sasaran. Kegiatan ini direncanakan mulai berjalan setelah seluruh tahapan peninjauan lokasi dinyatakan siap, Kamis (1/1/2026).

Risdianto Pattiwael, Person in Charge (PIC) Simon Petrus Kamlasi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi pembangunan dapur MBG 3T di Kabupaten Sigi dan Donggala.

"Hasil turun lapangan menunjukkan lokasi-lokasi pembangunan dapur MBG 3T telah siap untuk segera memasuki tahap pembangunan," ujar Risdianto.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi intensif serta melaporkan progres kesiapan pembangunan kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (SPPG). Koordinasi lanjutan dengan unsur Satuan Tugas (Satgas) juga terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan target yang ditetapkan.

Menurut Risdianto, Program MBG 3T merupakan bagian dari program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara maksimal, tanpa terhalang oleh kondisi geografis.

"Baik laut maupun gunung tidak boleh menjadi penghalang. Program ini harus berjalan optimal karena menyangkut masa depan gizi dan kualitas generasi anak-anak kita," tegasnya.

Selain berdampak pada peningkatan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal, dengan melibatkan pelaku usaha, petani, dan pemasok bahan pangan setempat agar roda perekonomian masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

"Yang terpenting, selain anak-anak terpenuhi gizinya, ekonomi lokal juga bisa berdaya dan berkembang". tutup Kader HIPMI Sulawesi Tengah tersebut. (***)