Sarara Media
Kantor Wali Kota Palu Akan Dibangun Ulang, Pemkot Targetkan Mulai 2026
Wednesday, 28 Jan 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kota Palu terus mematangkan rencana pembangunan Gedung Government Service Center (GSC) atau Kantor Wali Kota Palu yang baru di kawasan Vatulemo. Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat pelayanan pemerintahan terpadu guna meningkatkan kualitas layanan publik dan efektivitas kerja perangkat daerah.

Kesiapan pembangunan tersebut dibahas dalam rapat internal yang dipimpin langsung Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026) waktu setempat. Rapat diikuti Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Sekretaris Daerah, Irmayanti Pettalolo, serta sekitar 10 kepala perangkat daerah yang terlibat dalam perencanaan teknis dan tata kelola pembangunan.

Wali Kota Palu menyampaikan bahwa saat ini pembangunan GSC masih berada pada tahap perencanaan awal, namun pemerintah menargetkan proses pembongkaran gedung lama dan pembangunan gedung baru dapat dimulai pada tahun 2026.

"Saat ini masih tahap perencanaan. Insya Allah pembongkaran dan pembangunan gedung baru bisa mulai dilaksanakan tahun ini," ujar Hadianto.

Menurut wali kota, kondisi kantor wali kota yang digunakan saat ini sudah tidak lagi representatif untuk mendukung kebutuhan pelayanan pemerintahan modern, baik dari aspek kenyamanan kerja, pencahayaan, maupun efisiensi tata ruang.

Ia menegaskan, pembangunan gedung baru bukan semata proyek fisik, melainkan bagian dari upaya pembenahan sistem pelayanan publik.

"Dengan kantor baru, kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang lebih fungsional sehingga kinerja OPD dalam melayani masyarakat bisa semakin optimal," jelasnya.

Lebih lanjut, Gedung Government Service Center dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang akan menampung sekitar 10 perangkat daerah dalam satu kawasan, sehingga memudahkan koordinasi lintas OPD sekaligus memangkas jarak dan waktu pelayanan masyarakat.

Terkait keberlangsungan pemerintahan selama masa pembangunan, Wali Kota Palu memastikan tidak ada kebijakan penyewaan gedung tambahan. Seluruh aktivitas pemerintahan tetap berjalan dengan memanfaatkan aset dan fasilitas pemerintah yang sudah tersedia.

"Kantor wali kota sementara berada di rumah jabatan, begitu juga kantor wakil wali kota. Kita optimalkan fasilitas yang ada tanpa menyewa gedung," tegasnya.

Wali Kota Palu berharap pembangunan Government Service Center dapat berjalan sesuai perencanaan dan menjadi ikon baru pelayanan publik Kota Palu yang profesional, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Gedung ini nantinya menjadi pusat pelayanan yang representatif dan mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik". pungkasnya. (IKP)