Sarara Media
Haul Guru Tua di Palu, Ideologi Pendidikan Alkhairaat Kembali Ditegaskan
Tuesday, 31 Mar 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Peringatan Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan nilai-nilai pendidikan berbasis ilmu dan akhlak sebagai fondasi utama pembentukan kepribadian generasi bangsa.

Kegiatan yang digelar di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026), dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.

Ketua Utama Pengurus Besar Alkhairaat, Habib Mohsen Alaydrus, dalam sambutannya menegaskan bahwa haul bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi untuk memahami kembali jejak perjuangan Guru Tua sebagai ulama dan pemimpin umat.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dalam haul tersebut mencerminkan kuatnya ikatan emosional dan spiritual terhadap sosok Guru Tua yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, khususnya di kawasan timur.

"Momentum ini menjadi bukti bahwa Guru Tua adalah tokoh bangsa yang hidup dan berperan dalam keberagaman suku, budaya, dan realitas sosial masyarakat Indonesia," ujarnya di hadapan jamaah.

Habib Mohsen menjelaskan, secara sosiologis, antropologis, dan ekologis, perjalanan dakwah dan pendidikan Guru Tua mencerminkan nilai-nilai keindonesiaan yang utuh. Hal itu tercermin dalam karya besarnya melalui pendirian Alkhairaat sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berilmu sekaligus berakhlak.

Ia menegaskan, ideologi pendidikan yang diwariskan Guru Tua menempatkan pembentukan kepribadian sebagai arus utama, dengan landasan ilmu pengetahuan dan akhlak sebagai dua pilar utama.

"Ideologi ini tidak hanya diterapkan di ruang kelas, tetapi juga berkembang di tengah masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan melalui madrasah dan pondok pesantren," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut madrasah diniyah dan pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat transformasi ilmu pengetahuan dan pembinaan karakter, sekaligus menjadi benteng moral dalam menjaga kualitas generasi bangsa.

Melalui peringatan haul ini, Pengurus Besar Alkhairaat berkomitmen untuk terus melanjutkan misi pendidikan Guru Tua, dengan memperkuat sistem pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk integritas dan kepribadian yang kokoh.

"Kepribadian yang dibangun di atas ilmu dan akhlak merupakan fondasi utama peradaban dan kekuatan bangsa ke depan". tutupnya. (***)