Sarara Media
Gubernur Anwar Hafid Mulai Program Bedah Rumah untuk Warga Miskin
Saturday, 11 Apr 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

DONGGALA, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah resmi menggeber program strategis berbasis kebutuhan dasar masyarakat. Gubernur Anwar Hafid meluncurkan Program BERANI Bedah Rumah sebagai langkah konkret percepatan pengentasan kemiskinan, yang dipusatkan di Desa Dalaka, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, Minggu (12/04/2026).

Peluncuran program ini menjadi jawaban atas masih tingginya angka rumah tidak layak huni di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Pemerintah menargetkan intervensi langsung dengan membangun atau merehabilitasi rumah warga agar lebih aman, sehat, dan manusiawi.

Salah satu penerima manfaat pertama adalah Ibu Hasima (72), warga Desa Dalaka, yang rumahnya kini mulai dibangun ulang. Kondisi hunian sebelumnya dinilai tidak layak, sehingga masuk dalam prioritas program.

Tidak hanya di Donggala, implementasi awal program ini juga mulai berjalan di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Tolitoli, Buol, dan Tojo Una-Una. Langkah ini menandai dimulainya pemerataan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat di berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

"Program ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan bekerja langsung untuk rakyat. Kita ingin memastikan seluruh masyarakat memiliki rumah yang layak, aman, dan sehat," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa rumah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga. Menurutnya, hunian yang layak akan berdampak pada kesehatan, kenyamanan, hingga masa depan anak-anak.

"Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi ruang untuk membangun harapan dan masa depan keluarga," tambahnya.

Anwar Hafid tidak menampik bahwa masih banyak warga yang hidup dalam kondisi keterbatasan, khususnya terkait hunian. Karena itu, Program BERANI Bedah Rumah dirancang sebagai solusi langsung yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.

"Ini langkah nyata. Kita ingin perubahan itu benar-benar dirasakan, bukan sekadar wacana," tegasnya.

Lebih jauh, program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Selain meningkatkan kualitas hidup, program ini juga diharapkan mampu menekan angka kemiskinan, terutama kategori kemiskinan ekstrem.

Pemerintah optimistis, melalui penyediaan hunian layak, masyarakat akan memiliki kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

"Harapan kita, rumah ini membawa perubahan. Anak-anak bisa belajar dengan nyaman, keluarga hidup lebih layak, dan masa depan bisa ditatap dengan optimisme". pungkas Anwar Hafid. (***)