Sarara Media
Gubernur Sulteng Gandeng Barantin Percepat Ekspor Durian dan Kelapa ke Tiongkok
Monday, 25 May 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat langkah hilirisasi dan perluasan pasar ekspor komoditas unggulan daerah, khususnya durian dan kelapa, melalui sinergi bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja dan audiensi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, yang diterima langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, di Ruang Rapat Polibu Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa pagi,(26/5/2026) waktu setempat.

Pertemuan itu membahas penguatan sektor pertanian dan perkebunan berbasis ekspor, termasuk kesiapan Sulawesi Tengah dalam memenuhi standar internasional untuk memperluas akses pasar global.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra durian terbesar di Indonesia yang siap bersaing di pasar internasional.

"Sulawesi Tengah menuju Raja Durian Dunia," tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, pengembangan ekspor komoditas unggulan menjadi salah satu strategi penting pemerintah daerah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah tetap berada di atas rata-rata nasional.

Selain sektor industri pengolahan, kata dia, sektor pertanian dan perkebunan kini menjadi penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan nilai ekspor.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mendorong ekspor kelapa bulat dan durian. Peran Badan Karantina menjadi sangat penting dan strategis untuk mendukung kelancaran program ekspor yang sedang kami lakukan," ujarnya.

Anwar Hafid juga mengungkapkan bahwa Pemprov Sulteng telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Provinsi Hainan, Tiongkok, di berbagai bidang, mulai dari pertanian, perikanan, kesehatan, peternakan hingga perdagangan ekspor.

Menurutnya, pasar Tiongkok, khususnya wilayah Hainan, menunjukkan minat tinggi terhadap komoditas durian dan kelapa asal Sulawesi Tengah.

Sebagai bentuk penguatan konektivitas perdagangan internasional, Pemprov Sulteng juga merencanakan pembukaan penerbangan langsung rute Guangzhou-Palu melalui Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri pada 10 Juli 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa Barantin kini hadir tidak hanya sebagai lembaga pengawasan, tetapi juga sebagai bagian dari akselerator pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, transformasi paradigma tersebut membuat Barantin berperan aktif dalam mendukung kelancaran ekspor-impor melalui penerapan standar mutu dan protokol karantina Internasional.

"Barantin ingin mendorong percepatan ekspor-impor perdagangan melalui penerapan standar dan protokol karantina yang harus dipenuhi untuk menembus pasar internasional," katanya.

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) karantina guna menjaga kualitas komoditas unggulan Sulawesi Tengah agar mampu bersaing di pasar global.

"Kualitas durian dan kelapa Sulawesi Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi pasar Tiongkok. Jika standar karantina dijaga dengan baik, komoditas kita tidak hanya mampu menembus pasar Asia, tetapi juga Eropa," tambah Karding.

Ia juga mendorong pembangunan fasilitas instalasi dan laboratorium karantina di Sulawesi Tengah guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi standar internasional serta memperkuat hilirisasi produk unggulan daerah.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sejak Januari hingga 12 April 2026, daerah ini telah mengekspor 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan total volume mencapai 4.077 ton dan nilai ekspor sebesar Rp.377,5 miliar.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Anggota DPRD Sulawesi Tengah Yus Mangun, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah Zullikar Tanjung, Wakapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemprov Sulteng, perwakilan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), serta Ketua Kadin Parigi Moutong. (***)