Sarara Media
Ide dan Keberanian Adalah Modal Utama Menjadi Pengusaha Sukses
Tuesday, 02 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

FOTO : Ketua TP-PKK sekaligusĀ Ketua Dekranasda Kota Palu, Hj. Diah Puspita., S.A.P., M.A.P (Dok/IKP)

PALU, SARARAMEDIA.ID - Semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda terus mendapat dorongan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palu sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palu, Diah Puspita, yang mengajak mahasiswa untuk berani memulai usaha dan memanfaatkan peluang ekonomi digital yang berkembang pesat saat ini.

Pesan tersebut disampaikan Diah Puspita saat menjadi narasumber dalam Talkshow Kewirausahaan yang digelar di halaman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-63 FISIP Universitas Tadulako yang menghadirkan mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dalam pemaparannya, Diah memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah berani merintis usaha sejak masih menempuh pendidikan. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan transformasi digital.

"Expo dan kegiatan kewirausahaan ini sangat luar biasa. Mahasiswa sudah mulai berani membangun usaha sambil kuliah. Di tengah era disrupsi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, mahasiswa memiliki peluang besar untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana pengembangan usaha," ujarnya.

Diah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat berkomunikasi, bekerja, hingga menjalankan bisnis. Saat ini, kata dia, usaha yang dikelola secara digital memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar karena mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Karena itu, mahasiswa tidak boleh hanya mempersiapkan diri sebagai pencari kerja setelah lulus kuliah. Sebaliknya, mereka harus mampu menjadi pencipta lapangan kerja yang dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diah juga membagikan kisah perjalanan karier dan pengalamannya membangun usaha. Ia menceritakan perjalanan hidupnya sejak bekerja di Jakarta hingga akhirnya menetap di Kota Palu dan mengembangkan berbagai aktivitas usaha, termasuk mengelola destinasi wisata Taipa Beach.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa membangun usaha membutuhkan proses panjang, kerja keras, serta kemampuan untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan.

Diah menilai digitalisasi telah membuka peluang usaha yang lebih luas bagi generasi muda. Bahkan, media sosial kini dapat menjadi sarana pemasaran yang efektif tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

"Kanal media sosial saat ini bisa menjadi pasar yang sangat potensial. Dengan modal yang minim, bahkan tanpa biaya promosi sekalipun, produk dapat dikenal masyarakat luas. Karena itu, manfaatkan teknologi yang ada untuk mengembangkan usaha," katanya.

Ia menegaskan bahwa dalam dunia bisnis, ide merupakan modal awal yang paling berharga. Dari sebuah ide yang kreatif akan lahir peluang usaha yang mampu menghasilkan nilai ekonomi. Namun demikian, keberhasilan usaha tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

"Yang paling penting dalam bisnis adalah ide. Dari ide akan lahir peluang dan peluang bisa menghasilkan keuntungan. Tetapi kita tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak lainnya menjadi hal yang sangat penting," jelasnya.

Selain membahas kewirausahaan, Diah juga mengingatkan mahasiswa agar terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan berbagai kegiatan pengembangan kompetensi. Menurutnya, ilmu pengetahuan merupakan investasi yang akan memberikan manfaat sepanjang hayat.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital dan kecerdasan finansial di tengah persaingan yang semakin kompetitif. Generasi muda, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memahami pengelolaan keuangan agar mampu bersaing dan berkembang.

"Kalian harus melek digital dan cerdas finansial. Tantangan saat ini semakin kompleks dan persaingan semakin ketat. Karena itu, kemampuan berkolaborasi dan terus belajar menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang," ungkapnya.

Menutup pemaparannya, Diah kembali menekankan bahwa keberanian untuk memulai merupakan langkah pertama menuju kesuksesan. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak takut mencoba, terus belajar, serta menjaga disiplin dalam menjalani setiap proses.

"Mahasiswa tidak hanya harus menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pembuka lapangan kerja. Kuncinya adalah berani memulai. Percayalah, keberanian untuk melangkah hari ini dapat membawa kalian menjadi pribadi yang sukses di masa depan," pesannya.

Talkshow berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sejumlah mahasiswa memanfaatkan sesi diskusi untuk menggali lebih dalam mengenai strategi membangun usaha, pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran, hingga tantangan yang dihadapi pelaku usaha di era transformasi digital. (IKP)