Sarara Media
PSI Fokus Penanganan Pasca Gempa, Rakorwilsus Sulteng Ditunda
Tuesday, 16 Jun 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah memutuskan menunda pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Penundaan agenda konsolidasi partai itu merupakan arahan langsung Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, yang kemudian ditindaklanjuti oleh jajaran Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulawesi Tengah melalui rapat internal pengurus.

Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah, Moh. Agus Rahmat Lamakarate, mengatakan kondisi saat ini belum memungkinkan bagi partainya untuk melaksanakan kegiatan organisasi berskala besar ketika masyarakat masih berjuang menghadapi dampak bencana.

"Ketua Harian DPP PSI meminta agar Rakorwilsus ditunda. Kami menilai tidak tepat menggelar kegiatan politik ketika masyarakat sedang tertimpa musibah. Karena itu, pengurus DPW telah menyepakati penundaan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada warga terdampak," ujar Agus di Palu, Rabu siang, (17/6/2026).

Menurut Agus, jadwal pelaksanaan Rakorwilsus yang baru belum dapat ditentukan. PSI akan menunggu hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar pulih dan masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Selain menyampaikan belasungkawa atas bencana yang melanda Sulawesi Tengah, PSI juga mengarahkan seluruh sumber daya organisasi untuk membantu penanganan darurat di lapangan. Sejumlah daerah yang terdampak gempa di antaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

"Atas nama keluarga besar PSI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi. Semoga seluruh warga diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," katanya.

Sebagai bentuk respons cepat, PSI telah mengerahkan tim medis dan relawan ke wilayah terdampak, khususnya Kabupaten Sigi, beberapa jam setelah gempa terjadi. Pada Rabu (17/6), bantuan logistik berupa bahan pangan juga mulai disalurkan ke sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan cukup parah.

Agus menjelaskan, bantuan difokuskan ke Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki yang menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan rumah warga cukup signifikan.

Tidak hanya menyalurkan bantuan kebutuhan pokok, PSI juga menyiapkan program trauma healing bagi masyarakat terdampak, terutama anak-anak. Kegiatan tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi psikologis warga pascabencana agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan lebih tenang.

Di saat yang sama, tim relawan PSI masih melakukan pendataan dan asesmen kebutuhan warga di berbagai wilayah terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan jenis bantuan lanjutan yang akan disalurkan kepada masyarakat.

"Kami terus mengumpulkan data dari daerah-daerah terdampak. Sebagian laporan sudah masuk, namun masih menunggu hasil pendataan secara menyeluruh agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran". tutup Agus. 

PSI juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan pemerintah dan petugas terkait. Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi pascagempa masih dinamis, namun masyarakat diharapkan tidak panik dan saling membantu satu sama lain dalam proses pemulihan. (***)