
PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan memastikan bantuan sosial menjangkau seluruh lapisan masyarakat kembali ditegaskan melalui penyerahan simbolis Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) alokasi Juli hingga September 2026 yang dipusatkan di Kantor Camat Tinombo, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase bersama Wakil Bupati, Abdul Sahid tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus menegaskan keberpihakan pemerintah terhadap wilayah-wilayah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.
Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Bidang I TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, Marwah Mahdang, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yusnaeni, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sofiana, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hairudin, Tim Ahli Bupati, unsur Forkopimcam, serta Camat Tinombo dan para kepala desa penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa, program bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan rumah tangga serta membantu pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, keberhasilan program bantuan pangan tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, transparan, dan akuntabel.
"Kita berharap penyaluran bantuan ini dapat berjalan lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun di lapangan masih terdapat tantangan, khususnya biaya distribusi ke desa-desa terpencil yang cukup tinggi akibat kondisi akses jalan yang belum memadai," ujar Bupati.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan langkah strategis untuk memperbaiki konektivitas wilayah terpencil melalui penguatan infrastruktur dasar.
Ia menjelaskan, pada perubahan anggaran tahun berjalan pemerintah daerah berencana mengalokasikan pengadaan satu unit alat berat yang akan ditematkan di kawasan yang membutuhkan penanganan akses jalan secara berkelanjutan.
"Insya Allah dalam waktu dekat saya akan turun langsung meninjau kondisi wilayah tersebut. Target kami, alat berat sudah tersedia pada Oktober mendatang sehingga dapat digunakan untuk membuka dan memperbaiki akses transportasi masyarakat. Dengan akses yang lebih baik, biaya angkut hasil pertanian maupun distribusi bantuan pemerintah dapat ditekan," tegasnya.
Selain menyoroti persoalan infrastruktur, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Ia menyebutkan bahwa beberapa desa di wilayah selatan, seperti Avolua, Toboli Barat, Labuan Donggulu, Laemanta, dan Peningka, dalam beberapa waktu terakhir terdampak banjir, sementara wilayah bagian utara menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran lahan.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Perum Bulog, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sofiana, dalam laporannya menyampaikan bahwa bantuan pangan tahun 2026 menyasar sebanyak 69.832 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 23 kecamatan serta 278 desa dan kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong.
Pada penyerahan simbolis kali ini, bantuan disalurkan kepada masyarakat di lima desa yang masuk kategori wilayah terpencil, yakni Desa Ogoalas, Bainaa Barat, Patingke, Taipa Obal, dan Lombok Barat.
Menurut Sofiana, penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga penerima manfaat.
Di kesempatan yang sama, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Yusri Pare, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat menargetkan pengadaan beras nasional mencapai 11.000 ton guna mendukung keberlanjutan program bantuan pangan di berbagai daerah.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan petani maupun kelompok tani baru yang berpotensi menjadi mitra Bulog dalam program penyerapan gabah dan beras lokal.
Menurutnya, langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di kawasan Pantai Timur hingga wilayah Moutong yang memiliki potensi produksi pertanian cukup besar.
Melalui program bantuan pangan ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap tercipta distribusi pangan yang merata, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan sinergi antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di daerah. (IKP)