
SIGI, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kabupaten Sigi terus memperkuat langkah strategis dalam menekan angka stunting melalui intervensi kesehatan yang menyasar kelompok usia remaja. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Aksi Bergizi Kabupaten Sigi Tahun 2026 yang dipusatkan di SMP Negeri 8 Sigi, Desa Sibalaya, Kecamatan Tanambulava, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi itu secara khusus menyasar remaja putri sebagai kelompok prioritas dalam upaya pencegahan anemia dan stunting sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting mengingat kesehatan dan status gizi remaja putri menjadi salah satu faktor penentu lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas di masa mendatang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, dr. Adheleide Krisnawati Borman, menjelaskan bahwa Aksi Bergizi merupakan bagian dari kampanye kesehatan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya pola hidup sehat, aktivitas fisik, serta pemenuhan gizi seimbang.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga praktik langsung yang dapat membentuk kebiasaan sehat di lingkungan sekolah.
"Aksi Bergizi mencakup aktivitas fisik, sarapan bersama dengan menu gizi seimbang, edukasi kesehatan, skrining anemia, hingga konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri. Ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan status kesehatan mereka," ujar Adhel sapaan akrab Kabid Kesmas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang melibatkan para siswa dan tenaga pendidik. Selanjutnya peserta mengikuti sarapan sehat dengan menu bergizi seimbang yang turut didukung melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan skrining anemia bagi remaja putri.
Sebagai bagian dari edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia, para siswi juga diberikan tablet tambah darah (TTD) yang dikonsumsi secara bersama-sama. Dinas Kesehatan menganjurkan remaja putri mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap minggu guna menjaga kadar hemoglobin dan mencegah risiko anemia.
"Remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah satu kali dalam seminggu. Selain itu, mereka juga perlu membiasakan diri beraktivitas fisik dan menerapkan pola makan dengan gizi seimbang agar kesehatan tetap terjaga," jelasnya.
Adhel mengungkapkan, pemilihan SMP Negeri 8 Sigi sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Selain memiliki jumlah siswi yang cukup banyak, Kecamatan Tanambulava juga menjadi salah satu wilayah yang memerlukan perhatian lebih dalam upaya edukasi kesehatan remaja dan pencegahan pernikahan usia anak.
Menurutnya, pemberian pemahaman terkait kesehatan reproduksi, gizi, dan pencegahan anemia perlu dilakukan sejak usia sekolah agar para remaja memiliki kesiapan kesehatan yang lebih baik ketika memasuki usia dewasa.
"Remaja putri merupakan kelompok yang sangat penting untuk mendapat intervensi kesehatan sejak dini. Pencegahan stunting tidak dimulai saat seseorang hamil, tetapi jauh sebelumnya, yaitu ketika masih remaja," terangnya.
Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi memastikan bahwa kampanye kesehatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah. Program tersebut akan terintegrasi dengan sejumlah gerakan kesehatan masyarakat lainnya seperti Gerakan Cegah Stunting, Posyandu Aktif, serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Melalui berbagai program tersebut, masyarakat akan terus didorong untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan konsumsi pangan bergizi, memperbanyak aktivitas fisik, serta membiasakan konsumsi buah dan sayur dalam kehidupan sehari-hari.
Adhel menegaskan bahwa, keberhasilan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, keluarga hingga masyarakat.
"Harapan kami, Aksi Bergizi dapat menjadi sarana edukasi yang efektif bagi remaja putri untuk memahami pentingnya pemenuhan gizi, pencegahan anemia, serta menjaga kesehatan reproduksi. Dengan remaja yang sehat dan bebas anemia, upaya pencegahan stunting akan semakin optimal," pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Aksi Bergizi Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sigi berharap kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kesehatan dan gizi semakin meningkat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan bebas stunting di masa depan. (***)