Sarara Media
Kepala Sekolah di Palu Dapat Pembekalan Khusus Penanganan Peserta Didik Disabilitas
Wednesday, 07 Oct 2026 16:00 pm
Sarara Media

Sarara Media

PALU, SARARAMEDIA.ID - Penguatan pendidikan inklusif kembali menjadi perhatian dalam upaya memastikan setiap anak memperoleh hak belajar yang setara. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan pendidikan yang ramah bagi seluruh peserta didik, sejumlah kepala sekolah di Kota Palu mendapatkan pembekalan langsung dari Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) Republik Indonesia, Dante Rigmalia, dalam sebuah forum dialog dan penguatan kapasitas yang berlangsung di Sriti Convention Hall, Kota Palu, Kamis (8/10/2026) waktu setempat.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat perspektif inklusi di lingkungan satuan pendidikan sekaligus mempertegas komitmen sekolah dalam memenuhi hak-hak peserta didik penyandang disabilitas. Forum ini dihadiri kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan dasar dan menengah, antara lain SMP Negeri 1 Palu, SMP Negeri 4 Palu, SMP Negeri 6 Palu, SD Negeri 3 Palu, SD Negeri 21 Palu, SD Inpres 3 Birobuli, SDN Inpres Silae, serta SD Zion Palu.

Dalam paparannya, Dante Rigmalia menekankan bahwa sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, setara, ramah, dan mudah diakses oleh seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Menurutnya, pendidikan inklusif bukan sekadar membuka akses pendidikan bagi anak penyandang disabilitas, tetapi juga memastikan mereka memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pendekatan pendidikan bagi peserta didik disabilitas harus berlandaskan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Karena itu, sekolah didorong untuk memahami karakteristik, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi peserta didik disabilitas agar proses pembelajaran maupun interaksi sosial di lingkungan sekolah dapat berlangsung tanpa diskriminasi.

Dalam forum tersebut, para kepala sekolah juga memperoleh penguatan mengenai pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, hingga organisasi penyandang disabilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui koordinasi yang baik, setiap anak diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan meraih prestasi di lingkungan pendidikan. Pendekatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mewujudkan prinsip kesetaraan dan keadilan sosial di sektor pendidikan.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran sekolah sebagai ruang tumbuh yang terbuka bagi semua anak, termasuk penyandang disabilitas. Dengan komitmen yang semakin kuat dari para pemangku kepentingan pendidikan, layanan pendidikan inklusif di Kota Palu diharapkan terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik secara lebih komprehensif.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Evi Oktavia, serta Staf Khusus Wali Kota Palu, Kania, yang memberikan dukungan terhadap upaya penguatan pendidikan inklusif di daerah. (***)