
PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID -Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Parigi Moutong. Melalui pendekatan edukatif dan berbasis keluarga, organisasi tersebut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit, pencegahan stunting, hingga penguatan layanan kesehatan ibu dan anak.
Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis, Peduli Stunting, dan Pencegahan Tuberkulosis (TBC) yang digelar TP PKK Kabupaten Parigi Moutong di Kantor Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari Kecamatan Parigi Utara, Parigi Tengah, dan Siniu.
Turut hadir Camat Parigi Utara, Camat Parigi Tengah, Camat Siniu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta berbagai elemen masyarakat yang menjadi sasaran program edukasi kesehatan tersebut.
Dalam paparannya, Ketua TP PKK Kabupaten Parigi Moutong, Hestiwati Nanga menegaskan bahwa, kesehatan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu menjadi budaya yang diterapkan masyarakat.
Menurutnya, sosialisasi tersebut tidak hanya membahas layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi juga mengangkat berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pencegahan pernikahan usia dini, bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga penanganan masalah kesehatan keluarga.
"Kesehatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait berbagai program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Hestiwati.
Salah satu fokus pembahasan dalam kegiatan itu adalah percepatan penurunan angka stunting. Hestiwati menjelaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak periode Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Ia menuturkan, keberhasilan menekan angka stunting sangat bergantung pada kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi, imunisasi lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.
"Jika kita berbicara tentang pencegahan stunting, maka perhatian terhadap Hari Pertama Kehidupan harus benar-benar maksimal. Masa ini merupakan periode emas yang menentukan kualitas generasi masa depan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Hestiwati juga menyoroti pentingnya skrining Triple Eliminasi bagi ibu hamil, yakni pemeriksaan Hepatitis B, Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan sifilis. Menurutnya, pemeriksaan tersebut menjadi langkah krusial untuk mencegah penularan penyakit dari ibu kepada bayi.
Ia menjelaskan, deteksi dini HIV pada masa kehamilan memungkinkan tenaga kesehatan memberikan terapi yang tepat sehingga risiko penularan kepada bayi dapat ditekan secara signifikan.
"Semakin cepat penyakit diketahui, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik. Karena itu, ibu hamil harus mendapatkan layanan skrining secara lengkap dan tepat waktu," tegasnya.
Selain membahas kesehatan ibu dan anak, TP PKK Kabupaten Parigi Moutong juga menyoroti tingginya kebutuhan darah di daerah tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, kasus perdarahan saat persalinan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu.
Atas dasar itu, TP PKK berencana mendorong gerakan donor darah secara masif di seluruh kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketersediaan stok darah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.
Menurut Hestiwati, kebutuhan darah di Parigi Moutong masih cukup tinggi, termasuk untuk pasien yang menjalani terapi cuci darah di rumah sakit. Karena itu, dukungan pemerintah kecamatan dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menyukseskan program tersebut.
Ia menambahkan, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi sarana pemeriksaan kesehatan bagi pendonor. Setiap darah yang didonorkan akan melalui serangkaian pemeriksaan medis sehingga dapat membantu mendeteksi kondisi kesehatan tertentu secara dini.
"Sering kali seseorang merasa sehat karena tidak merasakan gejala apa pun. Padahal beberapa penyakit dapat berkembang tanpa tanda yang terlihat. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi sangat penting," ungkapnya.
Pada bagian akhir kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Parigi Moutong meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pendataan dan pemetaan kasus kesehatan hingga tingkat desa. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan stunting, TBC, maupun persoalan kesehatan lainnya dapat dilakukan secara lebih terukur, cepat, dan tepat sasaran.
Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, TP PKK berharap berbagai program kesehatan yang dijalankan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, produktif, dan berkualitas di Kabupaten Parigi Moutong. (IKP)