
PALU, SARARAMEDIA.ID - Pergantian penugasan di lingkungan kepolisian tidak hanya menandai perubahan jabatan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenang dedikasi dan perjalanan pengabdian. Hal itu tergambar dalam tradisi Pedang Pora yang digelar Polda Sulawesi Tengah untuk melepas Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, S.I.K., MH, bersama istrinya, Ny. Narny Helmi Kwarta, Jumat, (16/10/2026).
Prosesi berlangsung di Markas Komando Polda Sulteng, Kota Palu, dengan suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan institusi atas pengabdian Brigjen Helmi selama bertugas di wilayah Sulawesi Tengah sebelum melanjutkan penugasan di Markas Besar Polri.
Upacara dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Pol. Rizal Irawan. Hadir dalam kegiatan itu Wakapolda Sulteng Brigjen Pol. Semmy Ronny Thabaa, Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda), para pejabat utama Polda Sulteng, kapolresta dan kapolres jajaran, Bhayangkari Daerah Sulteng, serta personel kepolisian.
Barisan Pedang Pora yang mengiringi langkah Brigjen Helmi bersama istri menjadi bagian utama prosesi pelepasan. Tradisi ini sekaligus merefleksikan penghargaan terhadap loyalitas, tanggung jawab, dan kontribusi seorang perwira selama menjalankan amanah kedinasan.
Brigjen Helmi merupakan putra daerah asal Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Setelah menjalankan tugas sebagai Wakapolda Sulteng, ia selanjutnya dipercaya bertugas di lingkungan Mabes Polri sebagai Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat II pada Divisi Hukum (Divkum) Polri.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Achmad Muhaimin mengatakan, tradisi Pedang Pora merupakan bentuk penghormatan institusi kepada pejabat yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Lebih dari prosesi seremonial, momen tersebut juga mencerminkan ikatan kebersamaan dan kekeluargaan yang terbangun di lingkungan Polda Sulteng.
"Pelepasan ini bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Brigjen Pol. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf selama bertugas di Polda Sulawesi Tengah. Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Achmad.
Pelepasan tersebut menandai berakhirnya penugasan Brigjen Helmi di Polda Sulteng sekaligus menjadi awal perjalanan tugas berikutnya di Mabes Polri. Keluarga besar Polda Sulteng pun menyampaikan doa dan harapan agar pengabdian yang berlanjut di lingkungan Divkum Polri dapat berjalan dengan baik.
Di tengah dinamika penugasan dan rotasi jabatan, penghormatan semacam ini menjadi pengingat bahwa pengabdian kepolisian tidak berhenti pada satu wilayah atau jabatan. Tanggung jawab untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat tetap menjadi bagian penting dari tugas Polri di mana pun personelnya ditempatkan. (Hms)