Sigi Bergerak ke Fase Pemulihan, 50 Huntara Mulai Dibangun

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Pemerintah Kabupaten Sigi mulai memasuki tahapan pemulihan pascagempa bumi dengan mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana. Langkah tersebut ditandai dengan peletakkan batu pertama pembangunan huntara yang dilaksanakan di wilayah Desa Kamarora A, Rabu (24/6/2026) siang, sebagai bagian dari upaya menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.

Pembangunan huntara dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sigi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sebanyak 50 unit huntara telah disetujui untuk dibangun pada tahap awal berdasarkan hasil asesmen lapangan yang dilakukan bersama.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan pembangunan huntara menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Menurutnya, keberadaan hunian sementara sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa bumi.

"Hari ini saya bersama Ibu Wakil Gubernur melakukan peletakkan batu pertama pembangunan huntara yang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan BNPB. Ini merupakan langkah awal agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih layak," ujar Rizal.

Ia mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat Sigi pasca gempa terus mengalir. Sejumlah pejabat nasional telah datang langsung meninjau lokasi bencana dan memberikan dukungan untuk percepatan penanganan dampak gempa.

"Alhamdulillah, sejak bencana terjadi banyak bantuan dan perhatian dari pemerintah pusat. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden melalui BNPB, Menteri Pekerjaan Umum, Menko Pangan, dan kemungkinan besok Menteri Sosial juga akan datang. Dukungan ini sangat membantu dan meringankan beban masyarakat kami," katanya.

Dalam rapat koordinasi Pos Lapangan Penanganan Bencana yang digelar sebelum peletakkan batu pertama, Bupati Sigi memimpin langsung pertemuan yang dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Direktur Penanganan Darurat BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Sigi, unsur TNI-Polri, organisasi perangkat daerah, lembaga kemanusiaan (NGO), relawan, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Dari hasil rapat tersebut disepakati pembangunan 50 unit huntara yang telah melalui proses asesmen dan mendapat persetujuan BNPB. Sebanyak 21 unit akan dibangun di Desa Kamarora A, sementara 29 unit lainnya berada di Desa Kamarora B.

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga mulai mempersiapkan tahapan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak. Namun proses tersebut masih memerlukan peninjauan lebih lanjut terkait kesiapan lokasi, data penerima manfaat, serta aspek teknis lainnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Penanganan Darurat BNPB juga menyarankan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan menjelang berakhirnya masa tanggap darurat yang saat ini berlaku hingga 30 Juni 2026. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 lalu, menjadikan Kabupaten Sigi sebagai salah satu wilayah dengan dampak terparah. Ribuan warga terdampak terpaksa mengungsi akibat kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya.

Karena itu, pembangunan huntara dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak terlalu lama bertahan di tenda-tenda pengungsian. Pemerintah berharap proses pembangunan dapat berjalan cepat sehingga warga terdampak segera memperoleh tempat tinggal sementara yang lebih aman, sehat, dan manusiawi sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Selain pembangunan huntara, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus melakukan pendataan kerusakan, penyaluran bantuan logistik, pelayanan kesehatan, pemulihan infrastruktur dasar, serta berbagai langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi guna memastikan kehidupan masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.

Peletakan batu pertama huntara tersebut menjadi simbol dimulainya fase baru pemulihan pasca bencana di Kabupaten Sigi, sekaligus menunjukkan komitmen bersama seluruh pihak untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi. (***)


Comment As:

Comment (0)