JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Peluang Usaha Tambang
PALU, SARARAMEDIA.ID - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tengah mulai mematangkan sejumlah agenda strategis organisasi menjelang akhir September 2026. Selain fokus pada peningkatan kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), organisasi perusahaan pers tersebut juga menyiapkan Rapat Kerja (Raker), dialog publik sektor pertambangan, hingga program sosial kemasyarakatan.
Rangkaian agenda itu mengemuka dalam rapat Pengurus Daerah JMSI Sulawesi Tengah yang berlangsung di Kota Palu, Sabtu (19/9/2026) siang. Pertemuan tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi untuk menyusun program kerja sekaligus memperkuat peran JMSI dalam mendukung perkembangan industri pers dan pembangunan daerah.
Ketua Pengda JMSI Sulteng, Murtalib, mengungkapkan bahwa agenda terdekat yang akan diikuti sejumlah anggota JMSI adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Jakarta pada 28-29 September 2026.
Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan media siber menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika industri informasi yang terus berkembang. Karena itu, JMSI mendorong anggotanya untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi jurnalistik melalui sertifikasi wartawan.
"UKW menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan wartawan memiliki standar kompetensi yang baik sehingga mampu menghasilkan produk jurnalistik yang berkualitas dan kredibel," ujar Murtalib.
Selain agenda peningkatan kapasitas wartawan, JMSI Sulteng juga menjadwalkan pelaksanaan Rapat Kerja pada akhir September mendatang. Kegiatan tersebut tidak hanya membahas arah kebijakan organisasi, tetapi juga akan dirangkaikan dengan dialog publik yang mengangkat tema “Menakar Peluang Usaha di Sektor Pertambangan di Tengah Gempuran Investor Besar dari Luar Sulawesi Tengah.”
Dialog publik tersebut akan digelar bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Tengah dan menghadirkan Ketua HIPKA Sulteng, Ambo Dalle, sebagai salah satu narasumber utama.
Pemilihan tema pertambangan, lanjut Murtalib, didasarkan pada posisi strategis sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah. Di sisi lain, masuknya investasi berskala besar dinilai perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas dan keterlibatan pelaku usaha lokal agar mampu mengambil peran dalam rantai ekonomi yang terbentuk.
"Melalui dialog ini, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang konstruktif mengenai peluang yang bisa dimanfaatkan pengusaha daerah. Harapannya, pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat ikut terlibat dan memperoleh manfaat dari perkembangan sektor pertambangan di Sulawesi Tengah," katanya.
Tak hanya berfokus pada agenda organisasi dan isu ekonomi daerah, JMSI Sulteng juga menyiapkan kegiatan sosial melalui program JMSI Peduli. Dalam waktu dekat, organisasi tersebut akan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers terhadap lingkungan sekitar.
"Kami ingin keberadaan JMSI tidak hanya dirasakan oleh kalangan media, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial," tambahnya.
Dalam rapat yang sama, pengurus JMSI Sulteng turut membahas rencana pembentukan kemitraan bersama Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred). Kolaborasi tersebut dirancang melibatkan pemimpin redaksi media yang tergabung dalam JMSI maupun unsur pimpinan media dari berbagai asosiasi perusahaan pers lainnya.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat komunikasi, membangun jejaring kolaborasi antarmedia, serta mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat dan profesional di Sulawesi Tengah.
Murtalib berharap seluruh agenda yang telah disusun dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif, baik bagi organisasi, insan pers, pelaku usaha maupun masyarakat luas.
"Seluruh program yang kami siapkan merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusi JMSI bagi daerah. Kami optimistis agenda-agenda tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih luas". pungkasnya. (***)
