Jalan Tontouan-Mokokawa Dikebut, Target Penyelesaian 25 November 2026
- By REDAKSI --
- Friday, 23 Oct, 2026
BANGGAI, SARARAMEDIA.ID - Perbaikan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran transportasi, tetapi juga menentukan kemudahan masyarakat menjangkau sumber penghidupan dan potensi wisata daerah. Di Sulawesi Tengah, rekonstruksi ruas Desa Tontouan-Air Terjun Mokokawa di Luwuk, Banggai menjadi salah satu upaya membuka akses tersebut melalui program BERANI LANCAR.
Proyek yang ditangani Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah itu telah mencapai progres fisik sekitar 86 persen. Pelaksanaannya dilaporkan masih sesuai jadwal, dengan masa kontrak hingga 25 November 2026.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rekonstruksi Jalan Desa Tontouan-Air Terjun Mokokawa, Hamzah, mengatakan sejumlah pekerjaan utama telah dilaksanakan. Kendala yang muncul di lapangan, menurut dia, masih dapat ditangani.
"Alhamdulillah, sampai saat ini progres lapangan sekitar 86 persen. Pekerjaan masih sesuai jadwal atau on schedule. Kendala di lapangan juga masih bisa diatasi," ujar Hamzah berdasarkan keterangan yang dihimpun.
Paket pekerjaan tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 8,4 kilometer. Rinciannya terdiri atas satu kilometer pengaspalan menggunakan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dan 7,4 kilometer pekerjaan timbunan biasa.
Hingga perkembangan terakhir yang disampaikan PPK, pengaspalan sepanjang satu kilometer telah terlaksana. Sementara itu, pekerjaan galian pelebaran dan timbunan biasa telah mencapai sekitar lima kilometer.
Pekerjaan pendukung lainnya meliputi pembangunan enam unit plat dekker, galian saluran tanah, serta rabat bahu jalan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari penanganan ruas untuk mendukung aksesibilitas dan kondisi jalan di kawasan Tontouan menuju Air Terjun Mokokawa.
Dampak perbaikan jalan mulai terlihat pada kemudahan perjalanan menuju kawasan wisata Air Terjun Mokokawa. Hamzah menjelaskan, sebelum penanganan dilakukan, akses menuju lokasi tersebut relatif terbatas. Pengguna jalan umumnya membutuhkan kendaraan berpenggerak empat roda atau 4x4 untuk mencapai kawasan air terjun.
Kini, seiring berlangsungnya pekerjaan, kendaraan berpenggerak dua roda atau 2x4 dilaporkan sudah dapat menjangkau lokasi. Pengendara sepeda motor juga telah bisa mencapai area parkir air terjun.
Perubahan itu memberi kemudahan bagi warga yang beraktivitas di kebun maupun masyarakat yang hendak menuju destinasi wisata tersebut. Akses yang lebih terbuka juga berpotensi mendukung pergerakan hasil perkebunan dan meningkatkan peluang ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Namun, manfaat jangka panjang proyek ini tetap bergantung pada penyelesaian pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, kualitas konstruksi, serta pemeliharaan jalan setelah masa pelaksanaan berakhir.
Dengan progres fisik sekitar 86 persen, proyek rekonstruksi tersebut masih membutuhkan penyelesaian tahapan pekerjaan yang tersisa sebelum masa kontrak berakhir pada 25 November 2026. Pengendalian mutu dan ketepatan pelaksanaan menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur berfungsi sesuai peruntukannya.
Rekonstruksi ruas Tontouan-Air Terjun Mokokawa melalui program BERANI LANCAR diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas antara permukiman, kawasan perkebunan, dan destinasi wisata.
Jika dituntaskan sesuai standar yang dipersyaratkan dan diikuti pemeliharaan berkelanjutan, akses yang semakin baik dapat menjadi penunjang aktivitas masyarakat sekaligus membuka ruang bagi pengembangan potensi wisata Air Terjun Mokokawa di Sulawesi Tengah. (***)
