Kolaborasi Akademik dan Aksi Lapangan: Untad dan ROA Sulteng Satukan Langkah Jaga Hutan
- By REDAKSI --
- Sunday, 01 Feb, 2026
PALU, SARARAMEDIA.ID - Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad) resmi memperkuat kerja kolaboratif dengan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) Sulawesi Tengah melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU). Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang kian kompleks di Sulawesi Tengah.
Penandatanganan MoU tersebut menjadi dasar sinergi kedua lembaga dalam pengembangan pendidikan, riset terapan, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya di sektor kehutanan dan bentang alam. Kolaborasi ini mencakup riset berbasis tapak, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pendampingan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus utama kerja sama, di antaranya perhutanan sosial, rehabilitasi hutan dan lahan, konservasi keanekaragaman hayati, serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Melalui pendekatan tersebut, hasil akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran ilmiah, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Yusran, S.P., M.P., menegaskan bahwa MoU ini merupakan penguatan formal atas kemitraan yang sejatinya telah berjalan selama ini. Menurutnya, keterlibatan dosen dan mahasiswa kehutanan Untad dalam berbagai agenda ROA sudah berlangsung sejak lama.
"Nota kesepakatan ini mempertegas kemitraan yang telah terbangun. Selama ini dosen dan mahasiswa kami terlibat langsung dalam berbagai kegiatan ROA, mulai dari kajian spesies, penyusunan rencana strategis, hingga aksi penanaman pohon di lapangan," ujar Prof. Yusran di Palu, Jumat (30/1/2026).
Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan dosen Fakultas Kehutanan Untad akan dilibatkan secara aktif dalam kegiatan lapangan bersama ROA Sulteng, seperti program Magang Kampus Berdampak, penelitian partisipatif, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan realitas pengelolaan lingkungan di tingkat komunitas.
Sementara itu, Direktur ROA Sulawesi Tengah, Moch. Subarkah, S.P., M.P., menilai kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat praktik pendampingan masyarakat dengan dukungan keilmuan dan riset akademik. Ia menyebut kehadiran sivitas akademika Untad akan memperkaya proses pembelajaran bersama di lapangan.
"Kehadiran mahasiswa dan dosen di lokasi dampingan akan membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan hutan dan bentang alam yang lebih inklusif dan berkelanjutan," jelas Subarkah.
Kolaborasi Fakultas Kehutanan Untad dan ROA Sulteng ini diharapkan tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan, serta berkontribusi pada upaya menjaga keberlanjutan hutan dan bentang alam di Sulawesi Tengah. (***)
