Muscab II Sapma PP Kota Palu Tegaskan Pentingnya Kolaborasi, Kaderisasi dan Transformasi Kepemimpinan

PALU, SARARAMEDIA.ID - Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Palu menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) II di Zamrud Resort, Kota Palu, Sabtu pagi, (11/7/2026) waktu setempat. Forum organisasi tersebut menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi kepengurusan, memperkuat kaderisasi, serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan organisasi di masa mendatang.

Mengangkat tema “Menguatkan Kaderisasi, Meneguhkan Kepemimpinan, Mengabdi untuk Negeri,” Muscab II tidak hanya menjadi agenda konstitusional organisasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh kader SAPMA Pemuda Pancasila dalam merumuskan arah gerak organisasi yang lebih progresif, adaptif, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Sulawesi Tengah, Erik Robert Agan melalui Sekretaris, Irhamsyah, menegaskan bahwa Musyawarah Cabang merupakan amanat organisasi yang memiliki makna lebih luas dibanding sekadar forum pergantian kepemimpinan.

Menurutnya, Muscab harus dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi terhadap program kerja dan kinerja kepengurusan sebelumnya, sekaligus menjadi titik awal penyusunan langkah-langkah strategis organisasi ke depan.

"Muscab ini bukan hanya agenda seremonial ataupun sekadar memilih ketua baru. Forum ini merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan secara bertanggung jawab dan menjadi ruang evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada," ujar Irhamsyah.

Ia mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang efektif antara pengurus wilayah, cabang, hingga komisariat. Menurutnya, koordinasi yang terjaga akan menjadi faktor utama dalam menjaga soliditas organisasi dan memastikan program-program berjalan secara maksimal.

"Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin SAPMA Kota Palu, harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh tingkatan organisasi. Koordinasi yang kuat adalah kunci keberhasilan gerakan kaderisasi," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Irhamsyah juga menyoroti terbentuknya tujuh komisariat SAPMA Pemuda Pancasila di Kota Palu. Keberadaan komisariat tersebut dinilai sebagai modal besar dalam memperluas proses kaderisasi dan memperkuat eksistensi organisasi di kalangan pelajar serta mahasiswa.

Menurutnya, keberhasilan membentuk struktur organisasi hingga tingkat komisariat harus diikuti dengan aktivitas yang produktif dan berkelanjutan agar mampu melahirkan kader-kader berkualitas.

"Kami berharap seluruh komisariat tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar aktif menjalankan program organisasi, membangun sinergi, serta menjadi pusat pembinaan kader di lingkungan masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Palu, Ahmad Umayer, menyebut SAPMA sebagai salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan kader organisasi.

Menurutnya, SAPMA merupakan laboratorium kader yang berfungsi menyiapkan generasi penerus Pemuda Pancasila yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Satuan Pelajar dan Mahasiswa merupakan laboratorium kader yang mempersiapkan generasi penerus organisasi. Dari sinilah lahir kader-kader yang nantinya akan melanjutkan estafet kepemimpinan di berbagai tingkatan organisasi," ujarnya.

Ahmad menegaskan bahwa regenerasi organisasi tidak dapat berjalan tanpa adanya kolaborasi yang harmonis antara generasi senior dan generasi muda. Menurutnya, pengalaman para senior dan semangat inovatif kader muda harus dipadukan untuk memperkuat organisasi.

"Usia boleh bertambah, tetapi semangat harus tetap muda. Generasi senior memiliki pengalaman yang berharga, sementara generasi muda membawa energi dan gagasan baru. Keduanya harus berjalan beriringan," katanya.

Dalam paparannya, Ahmad juga menyinggung perjalanan panjang Pemuda Pancasila yang terus mengalami transformasi sesuai perkembangan masyarakat.

Ia mengakui bahwa pada masa lalu organisasi tersebut kerap mendapat berbagai stigma negatif. Namun seiring waktu, Pemuda Pancasila terus berupaya memperkuat perannya sebagai organisasi yang aktif dalam pembinaan sosial, kemasyarakatan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Ahmad mengutip pesan almarhum Lukman Jayadi yang menekankan pentingnya organisasi hadir untuk “memanusiakan manusia”, yakni memberikan ruang pembinaan bagi siapa pun agar dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi lingkungan.

"Organisasi harus hadir untuk membina, merangkul, dan membuka peluang perubahan bagi setiap kader. Semangat itulah yang terus kami jaga hingga hari ini," jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan masa depan menuntut lahirnya kader-kader yang tidak hanya memiliki loyalitas organisasi, tetapi juga kapasitas intelektual, kemampuan kepemimpinan, dan komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat.

"Kita harus mempersiapkan generasi penerus yang berintegritas, memiliki kemampuan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," tegas Ahmad.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Palu melalui Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup, Fahri, yang hadir mewakili Wali Kota Palu, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pemuda Pancasila dan SAPMA dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, hingga pembinaan generasi muda.

Menurutnya, SAPMA memiliki posisi strategis sebagai wadah pembentukan calon pemimpin bangsa yang berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

"Jadilah generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, menghargai keberagaman, menjaga persatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan". pesan Fahri.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan organisasi kepemudaan menjadi elemen penting dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Fahri juga mengapresiasi keterlibatan aktif SAPMA Pemuda Pancasila dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk saat membantu masyarakat pada masa pandemi Covid-19 serta berbagai aksi sosial lainnya.

Menutup sambutannya, Fahri berharap Muscab II SAPMA Pemuda Pancasila Kota Palu dapat berlangsung secara demokratis, menjunjung tinggi nilai musyawarah untuk mufakat, serta menghasilkan kepemimpinan baru yang amanah, visioner, dan mampu membawa organisasi semakin maju.

"Jadilah pemuda yang mampu menghadirkan solusi, menjadi pelopor persatuan, serta mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa". pungkasnya.

Muscab II SAPMA Pemuda Pancasila Kota Palu diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat fondasi organisasi, memperluas jaringan kaderisasi, serta melahirkan generasi pemimpin muda yang siap mengabdikan diri untuk masyarakat, daerah, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (***)


Comment As:

Comment (0)