Parigi Moutong Perluas Program Seragam Gratis ke Madrasah

PARIGI MOUTONG, SARARAMEDIA.ID - Pemerataan akses pendidikan dan penguatan kesiapsiagaan bencana menjadi dua agenda yang mengemuka dalam penyerahan bantuan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Melalui program seragam sekolah gratis dan dukungan sarana kebencanaan, pemerintah daerah berupaya menjawab kebutuhan masyarakat di sektor pendidikan sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi situasi darurat.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menyerahkan secara simbolis bantuan seragam sekolah gratis bagi murid baru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tahun Ajaran 2026-2027. Pada kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan bantuan mobil dapur lapangan dan masker dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Selasa, (20/10/2026), sebagai bagian dari kampanye penuntasan anak tidak sekolah melalui upaya mendorong anak kembali mengakses pendidikan.

Dalam sambutannya, Erwin mengatakan perluasan program seragam gratis ke lingkungan madrasah merupakan langkah untuk memastikan peserta didik memperoleh kesempatan yang setara, tanpa dibedakan berdasarkan satuan pendidikan yang mereka tempuh.

Menurut dia, program tersebut merupakan pengembangan dari bantuan seragam bagi murid sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

Perluasan sasaran itu, kata Erwin, juga mempertimbangkan aspirasi masyarakat dan masukan Kementerian Agama agar peserta didik madrasah mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah daerah.

Namun, pelaksanaan program masih disesuaikan dengan kapasitas fiskal daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, pada 2026, bantuan diperluas kepada murid baru MTs sebagai salah satu tahapan pengembangan program.

"Untuk tahun ini, kemampuan anggaran kita baru bisa memberikan bantuan kepada murid Madrasah Tsanawiyah," ujar Erwin.

Ia menyatakan pemerintah daerah akan kembali menghitung kebutuhan anggaran untuk memperluas cakupan program pada 2027, termasuk bagi murid baru Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Untuk mendukung rencana tersebut, koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama diperlukan guna memperoleh data calon penerima yang akurat. Data itu akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pembiayaan dan merencanakan perluasan bantuan.

Erwin menegaskan, pemerintah daerah ingin agar anak-anak yang belajar di madrasah memiliki kesempatan memperoleh bantuan pendidikan yang setara dengan peserta didik di sekolah umum.

"Insyaallah, untuk tahun depan kita hitung kembali agar anak-anak kita yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah bisa mendapatkan bantuan seragam gratis. Kita ingin mereka diperlakukan sama dengan anak-anak yang bersekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan," katanya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, menjelaskan program seragam sekolah gratis merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah yang dilaksanakan secara bertahap.

Pada 2025, bantuan telah disalurkan kepada 15.440 murid baru jenjang SD dan SMP yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong.

Sementara itu, pada 2026, program tersebut menyasar 2.383 murid baru MTs sesuai target yang telah direncanakan. Paket bantuan meliputi baju, celana atau rok, topi, dan dasi untuk menunjang kebutuhan dasar peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar.

Program ini diharapkan dapat membantu meringankan pengeluaran keluarga pada awal tahun ajaran. Di sisi lain, perluasan bantuan ke madrasah menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung pemerataan layanan pendidikan dan mendorong anak-anak yang belum bersekolah agar kembali mengenyam pendidikan.

Pemerintah daerah juga menempatkan pendidikan dan kesehatan sebagai sektor prioritas. Meski demikian, keberhasilan penuntasan anak tidak sekolah tidak hanya bergantung pada bantuan perlengkapan belajar, tetapi juga membutuhkan pendataan yang tepat, koordinasi antarlembaga, serta pendampingan terhadap anak dan keluarga yang menghadapi hambatan untuk bersekolah.

Selain agenda pendidikan, penyerahan bantuan juga menyentuh aspek perlindungan masyarakat melalui dukungan sarana penanggulangan bencana.

Erwin menyerahkan mobil dapur lapangan dan bantuan masker dari BNPB kepada BPBD Kabupaten Parigi Moutong. Dukungan tersebut diharapkan menambah kapasitas daerah dalam menyiapkan kebutuhan logistik dan pelayanan dasar ketika terjadi bencana atau keadaan darurat.

Mobil dapur lapangan dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak bencana maupun petugas yang terlibat dalam operasi penanganan darurat.

Adapun masker diharapkan membantu mendukung perlindungan kesehatan personel dan masyarakat di lapangan, termasuk ketika menghadapi kondisi berdebu atau paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sesuai kebutuhan dan prosedur penanganan yang berlaku.

Dukungan BNPB tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan pemerintah daerah menghadapi potensi bencana. Ketersediaan sarana harus diimbangi dengan kesiapan personel, pengelolaan logistik, serta koordinasi lintas instansi agar bantuan dapat digunakan secara efektif saat dibutuhkan.

Dua agenda yang dirangkaikan dalam kegiatan itu memperlihatkan cakupan tanggung jawab pemerintah daerah: memastikan anak-anak memperoleh akses pendidikan sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.

Tantangan berikutnya adalah memastikan program seragam gratis menjangkau sasaran secara tepat, sementara sarana kebencanaan dapat dioperasikan secara optimal dan siap mendukung masyarakat ketika bencana terjadi. (IKP)


Comment As:

Comment (0)