PSI Buka Kesempatan Luas bagi Generasi Muda Ambil Peran dalam Politik
- By REDAKSI --
- Tuesday, 15 Sep, 2026
PALU, SARARAMEDIA.ID - Upaya meningkatkan partisipasi politik generasi muda terus dilakukan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Melalui forum dialog publik bertajuk Bincang Bareng Milenial & Gen-Z, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulawesi Tengah menghadirkan ruang diskusi terbuka bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan, aspirasi, serta pandangan mereka terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Lamera Coffee, Jalan Kartini, Kota Palu, Senin (14/9/2026) malam, dihadiri ratusan peserta dari kalangan milenial dan Gen-Z. Forum tersebut menjadi bagian dari komitmen PSI dalam memperkuat keterlibatan generasi muda dalam proses politik sekaligus mengikis sikap apatis yang masih berkembang di sebagian kalangan anak muda.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali yang sebelumnya dijadwalkan hadir sebagai pembicara utama.
Menurut Bestari, Ahmad Ali tidak dapat mengikuti kegiatan karena kondisi kesehatan yang menurun akibat kelelahan setelah menjalani rangkaian agenda dan kunjungan di sejumlah daerah bersama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
Meski demikian, agenda dialog tetap berlangsung dinamis dengan fokus pembahasan mengenai pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah pembangunan bangsa melalui jalur politik.
Bestari menegaskan bahwa PSI membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan politik. Menurutnya, generasi milenial dan Gen-Z memiliki posisi yang sangat strategis karena akan mendominasi komposisi pemilih pada pemilihan umum mendatang.
"Hampir 70 persen pemilih pada Pemilu mendatang berasal dari kalangan anak muda. Karena itu, mereka harus diberikan ruang dan kesempatan untuk mengambil bagian dalam proses politik maupun pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan publik," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai masih banyak stigma yang keliru terhadap dunia politik. Padahal, kata dia, politik pada hakikatnya merupakan instrumen untuk menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Menurut Bestari, berbagai fasilitas umum, layanan publik, hingga program sosial yang dirasakan masyarakat saat ini lahir melalui proses dan keputusan politik yang bertujuan untuk kepentingan bersama.
Forum dialog tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan. Sejumlah isu yang mengemuka antara lain kondisi infrastruktur jalan yang masih membutuhkan perhatian, tata kelola sektor pertanian dan perkebunan yang dinilai belum optimal, serta perlunya peningkatan perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bestari menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir mendampingi masyarakat dan mengawal berbagai persoalan yang menjadi kebutuhan publik.
"PSI berkomitmen menjadi jembatan aspirasi masyarakat serta mengawal berbagai persoalan yang disampaikan agar mendapat perhatian dan solusi yang tepat," tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah fungsionaris DPP PSI, di antaranya Ustaz Ade Chandra dan Dian Sandi. Hadir pula Ketua DPW PSI Sulawesi Tengah Agus Lamakarate, Sekretaris Wilayah Husin Alwi, Ketua DPD PSI Kota Palu Ismail, serta anggota DPRD Kota Palu Lewi Alik.
Menjelang penutupan acara, DPW PSI Sulawesi Tengah melakukan penyematan atribut partai kepada sejumlah generasi muda dan penyandang disabilitas sebagai simbol keterbukaan partai dalam merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa PSI terus mendorong lahirnya partisipasi politik yang inklusif dengan menempatkan anak muda sebagai salah satu kekuatan utama dalam pembangunan demokrasi di Indonesia. (***)
