Menuju Regenerasi: IPSI Sulteng Bahas Penguatan Pembinaan Atlet pada Musprov VIII
PALU, SARARAMEDIA.ID - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII pada 6-7 Desember 2025 di Hotel Jazz Palu. Agenda empat tahunan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menentukan arah kepengurusan periode berikutnya.
Musprov dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng, Irvan Aryanto, serta dihadiri Ketua IPSI Sulteng, Mohamad Irwan Lapatta, perwakilan Ketua KONI Sulteng, unsur Forkopimda, dan jajaran pengurus provinsi. Total terdapat 43 peserta yang sah mengikuti sidang, terdiri dari 17 perguruan pencak silat dan 26 pengurus kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Keabsahan peserta telah ditetapkan sebelumnya melalui rapat pleno IPSI.
Dalam sambutannya, Ketua IPSI Sulteng, Mohamad Irwan Lapatta menegaskan bahwa Musprov merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan setiap empat tahun. Setelah menahkodai IPSI Sulteng selama dua periode, ia menyatakan siap memberi ruang bagi pemimpin baru.
"Ini Musprov ke-8. Saya sudah memimpin dua periode dan sudah waktunya menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada ketua yang baru," ujar Irwan, di Palu Sabtu (6/11/2025) sore.
Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah mendampingi perjalanan organisasi selama beberapa tahun terakhir. Irwan menilai, IPSI Sulteng telah menorehkan sejumlah capaian, namun masih ada ruang perbaikan yang harus ditangani oleh kepengurusan selanjutnya.
Irwan memaparkan bahwa IPSI Sulteng telah melakukan konsolidasi organisasi hingga ke kabupaten/kota dan menyelenggarakan berbagai kejuaraan. Namun, pelaksanaan sirkuit pencak silat yang menjadi program penting pembinaan atlet tidak dapat berjalan rutin karena keterbatasan biaya.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan atlet sebenarnya telah diatur dalam empat rayon besar, yaitu:
• Rayon Banggai Raya
• Rayon Parigi-Pantura
• Rayon Poso-Morowali
• Rayon Palu-Donggala-Sigi
Struktur tersebut dinilai ideal, namun belum mampu berfungsi maksimal tanpa dukungan pendanaan yang memadai.
Di hadapan peserta Musprov, Irwan turut menyampaikan perkembangan proses penjaringan calon Ketua IPSI Sulteng periode berikutnya. Dari tiga nama yang mengambil formulir, baru satu yang mengembalikannya, yakni Muhammad Akbar Supratman.
Menurut Irwan, meski Akbar bukan berasal dari perguruan pencak silat, jejaring yang dimilikinya dengan berbagai pemangku kepentingan dianggap sebagai modal kuat bagi pengembangan organisasi.
"Jejaring beliau sangat luas, baik di pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, maupun pihak swasta. Anak muda biasanya membawa energi baru dan saya yakin itu dibutuhkan organisasi," kata Irwan.
Irwan berharap kepengurusan baru mampu mempertebal fokus pada pembinaan atlet, termasuk penyelenggaraan pelatihan nasional minimal satu kali dalam setahun, pelaksanaan sirkuit provinsi minimal tiga kali setahun, serta pengaktifan kembali kejuaraan antar-kabupaten sebagai sarana pemetaan kualitas atlet.
Program tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan atlet menuju ajang Prapon, Pra SEA Games, hingga kompetisi internasional.
"Kami ingin atlet-atlet Sulteng kembali bersinar dan mampu membawa pulang medali emas seperti masa kejayaan dulu. Dengan pembinaan yang kuat dan akses pelatihan yang lebih terbuka, saya yakin hal itu dapat terwujud," tegasnya.
Ia optimistis, hadirnya ketua baru dengan jaringan luas bakal membuka peluang lebih besar bagi atlet-atlet pencak silat Sulteng untuk bersaing di level nasional.
"Harapan saya, apa yang selama ini masih kurang bisa diperbaiki. Dengan pembinaan yang matang, atlet-atlet kita pasti mampu mengharumkan nama daerah". tutup Irwan. (***)
Reporter/Editor : Ning/SM
