Kepemimpinan IPSI Sulteng Bergeser ke Generasi Muda
- By REDAKSI --
- Sunday, 07 Dec, 2025
PALU, SARARAMEDIA.ID - Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulawesi Tengah resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII yang digelar pada 6-7 Desember 2025 di Hotel Jazz Palu menetapkan Abcandra Muhammad Akbar Supratman sebagai Ketua IPSI Sulteng masa bakti 2025-2030.
Pergantian pucuk pimpinan ini sekaligus menandai berakhirnya dua periode kepemimpinan Mohamad Irwan Lapatta, yang selama sepuluh tahun terakhir memimpin IPSI di tengah berbagai tantangan.
Dalam laporan akhir masa jabatannya, Irwan menyampaikan bahwa memimpin IPSI selama dua periode bukan perkara mudah. Selain menghadapi dampak bencana alam dan dinamika organisasi, ia mengakui keterbatasan anggaran olahraga menjadi hambatan utama dalam menjalankan program pembinaan.
"Program IPSI berjalan sangat terbatas karena minimnya dukungan dana dari Pemprov dan KONI. Sirkuit yang idealnya dilaksanakan tiga kali setahun sering tidak dapat direalisasikan," ujar Irwan di Palu, Minggu siang, (7/11/2025).
Meski demikian, ia optimistis bahwa kepemimpinan baru yang lebih muda dan memiliki jejaring luas dapat menjadi energi segar bagi pengembangan pencak silat di Sulawesi Tengah.
"Kami berharap komunikasi dengan pusat semakin terbuka sehingga pembinaan dapat berjalan lebih kuat. Ini aspirasi seluruh perguruan, sebab 11 perguruan dan 5 pemerintah kabupaten/kota memberikan dukungan penuh kepada beliau," tambahnya.
Musprov VIII mencatat sejarah tersendiri karena Akbar menjadi satu-satunya calon yang lolos verifikasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Dukungan dari 11 perguruan dan 5 pemerintah daerah menjadikan pemilihannya sebagai salah satu yang paling solid dalam sejarah IPSI Sulteng.
Akbar sapaan akrab Abcandra Muhammad Akbar Supratman ini, kemudian ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua IPSI Sulteng.
Dalam arahan perdananya, Akbar menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan kepadanya, terutama karena dukungan itu berasal dari perguruan serta pemerintah kabupaten/kota.
"Saya diminta langsung oleh perguruan dan pengkab untuk membangun IPSI Sulteng. Sebagai putra daerah, saya merasa terpanggil," ujarnya.
Ia juga mengutip pesan Ketua Umum IPSI yang juga Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa mengurus olahraga adalah wujud kecintaan terhadap bangsa.
"Mengurus olahraga adalah panggilan cinta tanah air. Kita ingin IPSI di seluruh daerah, termasuk Sulawesi Tengah, semakin besar," tegasnya.
Akbar menegaskan bahwa masa awal kepemimpinannya akan difokuskan pada:
• Penataan organisasi secara menyeluruh,
• Penguatan sumber daya manusia,
• Pembinaan atlet yang terukur dan berjenjang.
Menurutnya, soliditas organisasi menjadi fondasi utama lahirnya atlet berprestasi.
Ia juga meminta komitmen penuh dari tim formatur untuk memberikan ruang tanpa intervensi dalam penyusunan struktur kepengurusan.
"Kami memerlukan keleluasaan untuk menata organisasi agar menjadi gerbong besar yang bergerak bersama," tegasnya.
Akbar mengungkapkan, bahwa salah satu target ambisiusnya adalah memperjuangkan Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat.
"Saya sudah melakukan komunikasi awal agar Sulteng dapat menjadi tuan rumah Kejurnas. Potensi atlet kita besar, dan ini waktu yang tepat," ujarnya.
Untuk mendukung pembinaan atlet, ia membuka opsi mendatangkan pelatih dari luar daerah serta menekankan bahwa seluruh kebutuhan pembinaan akan dikaji secara komprehensif.
Bahkan, ia telah berkomunikasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas kemungkinan dukungan sarana dan prasarana olahraga di Sulawesi Tengah.
Di akhir arahannya, Akbar menegaskan bahwa IPSI Sulteng harus steril dari kepentingan politik.
"IPSI adalah ruang pembinaan dan diplomasi budaya, bukan tempat politik. Fokus kita adalah prestasi". tegasnya.
Ia berharap seluruh perguruan, pengurus dan pemerintah daerah dapat bergerak bersama membangun prestasi pencak silat serta memperkuat posisi Sulawesi Tengah di tingkat Nasional. (***)
Reporter/Editor : Ning/SM
