Alia Idrus: Cetak Sawah Baru di Lindu Harus Berdampak bagi Kesejahteraan Petani

SIGI, SARARAMEDIA.ID - Upaya Pemerintah Kabupaten Sigi memperkuat sektor pertanian melalui Program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 mulai memasuki tahap pemanfaatan. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan penanaman padi perdana di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Minggu (4/10/2026) siang, yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan daerah.

Mewakili Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Alia Idrus hadir dalam kegiatan tersebut bersama Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dan Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah. Kegiatan itu juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Hendri Kusuma Muhidin, Ketua Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah Ruslan Boy, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan dan desa, serta kelompok tani setempat.

Penanaman padi perdana tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan lahan hasil program cetak sawah baru yang digagas untuk memperluas areal produksi pertanian sekaligus mendukung target ketahanan pangan daerah dan nasional.

Dalam kesempatan itu, Alia Idrus menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Sigi yang terus mendorong pembangunan sektor pertanian melalui pembukaan lahan sawah baru.

Menurut legislator PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan III tersebut, program cetak sawah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan yang dihadapi berbagai daerah.

"Secara kelembagaan, kami memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah dalam menghadirkan program cetak sawah baru. Ini merupakan upaya nyata memperluas lahan pertanian guna mendukung swasembada dan ketahanan pangan Nasional," ujar Alia.

Ia menilai momentum tanam perdana menjadi bukti bahwa program yang telah direncanakan kini mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani di Kecamatan Lindu.

Sebagai wakil rakyat dari wilayah yang meliputi Kecamatan Lindu, Alia mengaku bangga dapat menyaksikan langsung dimulainya pemanfaatan lahan pertanian baru tersebut.

"Bagi kami, ini bukan sekadar seremoni tanam perdana. Hari ini masyarakat dapat melihat bahwa program yang telah direncanakan benar-benar terlaksana dan mulai dimanfaatkan oleh petani. Ini menjadi harapan baru bagi peningkatan produksi pertanian di Lindu," katanya.

Alia menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan harus menjadi agenda bersama seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, berbagai langkah strategis pemerintah dalam memperluas lahan produktif dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Ketahanan pangan merupakan tantangan yang harus dijawab bersama. Ketika lahan pertanian bertambah dan produktivitas meningkat, maka dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat, terutama para petani," tuturnya.

Ia menambahkan, Kecamatan Lindu menjadi salah satu kawasan yang memperoleh Program Cetak Sawah Rakyat Tahun 2026 karena memiliki potensi pengembangan pertanian yang cukup besar. Selain Desa Olu, program serupa juga menyasar Desa Tomado dan Desa Langko.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari luas lahan yang dicetak, tetapi juga dari sejauh mana lahan tersebut mampu dikelola secara produktif dan berkelanjutan oleh masyarakat.

Karena itu, DPRD Sigi berharap seluruh tahapan program dapat berjalan sesuai perencanaan hingga tuntas, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dan mampu memperkuat posisi Kecamatan Lindu sebagai salah satu sentra pertanian di Kabupaten Sigi.

"Harapan kami, seluruh program cetak sawah di Kecamatan Lindu dapat diselesaikan sesuai target dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani". pungkasnya. (***)


Comment As:

Comment (0)