Anggaran BERANI CERDAS Sulteng Naik Hingga Rp355 Miliar pada 2026
- By REDAKSI --
- Tuesday, 08 Sep, 2026
PALU, SARARAMEDIA.ID - Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperluas akses pendidikan tinggi terus menunjukkan tren positif. Memasuki tahun kedua kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid dan Wakil Gubernur, dr. Reny A. Lamadjido, program unggulan BERANI CERDAS mengalami peningkatan signifikan baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun dukungan anggaran.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, jumlah penerima manfaat program beasiswa BERANI CERDAS pada tahun anggaran 2026 mencapai sekitar 47 ribu mahasiswa, meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebanyak 23.568 penerima manfaat.
Kepala Dinas Pendidika Provinsi Sulawesi Tengah, Firmanzah DP, menjelaskan bahwa pada semester ganjil tahun akademik 2025, program tersebut menjangkau 23.568 mahasiswa dengan total anggaran sebesar kurang lebih Rp.84,04 miliar.
Sementara pada semester genap 2026, jumlah penerima manfaat tercatat sebanyak 22.414 mahasiswa dengan alokasi anggaran sekitar Rp.80,05 miliar. Penurunan jumlah penerima pada semester tersebut disebabkan sebagian mahasiswa telah menyelesaikan studi atau lulus dari perguruan tinggi.
"Pengurangan jumlah penerima manfaat pada semester genap terjadi karena sebagian mahasiswa telah menyelesaikan masa studinya. Namun secara keseluruhan, cakupan program terus diperluas melalui penambahan penerima baru," ujar Firmanzah saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan WhatsApp, Selasa siang, (8/9/2026) waktu setempat.
Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp.260,4 miliar untuk program BERANI CERDAS. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 22.414 penerima lama dan sekitar 25 ribu penerima baru, sehingga total penerima manfaat mencapai kurang lebih 47 ribu mahasiswa.
Tidak hanya menyasar mahasiswa program sarjana, BERANI CERDAS juga memberikan dukungan pendidikan lanjutan bagi jenjang pascasarjana dan profesi. Tahun 2026, program tersebut mencakup bantuan bagi 100 mahasiswa S2, 20 mahasiswa S3, 10 calon dokter spesialis, serta 300 penerima bantuan penyelesaian studi.
Selain beasiswa pendidikan tinggi, Pemprov Sulteng juga mengalokasikan dukungan bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui bantuan pembayaran SPP bagi peserta didik yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5. Pada tahun 2025, program tersebut didukung anggaran sebesar Rp.1,09 miliar, dan meningkat menjadi Rp.1,75 miliar pada tahun 2026.
Firmanzah menambahkan, pemerintah daerah juga tetap mempertahankan program Beasiswa Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa berprestasi. Pada tahun 2025 program ini didukung anggaran sekitar Rp.4,34 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp.4,52 miliar pada tahun 2026.
Sementara itu, untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, Pemprov Sulteng mengalokasikan anggaran pembiayaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Praktik Kerja Industri (Prakerin) bagi siswa SMK sebesar Rp.39,95 miliar pada tahun 2025 dan Rp.21,56 miliar pada tahun 2026.
Dukungan terhadap peningkatan kapasitas tenaga pendidik juga menjadi bagian dari program BERANI CERDAS. Anggaran beasiswa dan bantuan pendidikan bagi guru, ASN, serta pendidik profesi meningkat dari Rp.1,85 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp.5,23 miliar pada tahun 2026.
Di sektor penguatan infrastruktur pendidikan, pemerintah daerah turut mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan berbasis digital bagi SMA dan SMK. Pada tahun 2025 anggaran yang disiapkan sebesar Rp.480 juta, sementara pada tahun 2026 sebesar Rp.430 juta.
Selain itu, bantuan seragam sekolah bagi siswa SMA, SMK, dan sederajat dari keluarga kategori desil 1 hingga 5 juga tetap dilanjutkan. Program tersebut didukung anggaran sekitar Rp.5,09 miliar pada tahun 2025 dan Rp.1,78 miliar pada tahun 2026.
Secara keseluruhan, total anggaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan program BERANI CERDAS mencapai sekitar Rp.178,83 miliar pada tahun 2025 dan meningkat menjadi Rp.355,26 miliar pada tahun anggaran 2026. Nilai tersebut setara dengan sekitar 7,28 persen dari total APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang mencapai Rp.4,7 triliun.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dijamin oleh pemerintah. Menurutnya, investasi pada sektor pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat pembangunan daerah.
Melalui program BERANI CERDAS, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan lahirnya generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju “Sulteng Nambaso”.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan serta kewajiban pemerintah dalam membiayai dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional guna mencerdaskan kehidupan bangsa. (***)
